DASAR ANALISIS GENETIK-PTP3103

Capaian Pembelajaran

Ilustrasi tujuan pembelajaran

Dasar Analisis Genetik (PTP3103) merupakan matakuliah pilihan, tetapi wajib diambil oleh mahasiswa yang berminat menjadi asisten atau penelitian di bawah koordinasi (bimbingan) dari dosen di Laboratorium Pemuliaan Ternak. Matakuliah ditawarkan kepada mahasiswa semester 3, 5 dan 7 yang telah mengambil dan lulus matakuliah Genetika (PTD1101) dan Statistika (PTU1003).

Silabus: Pengetahuan dasar mengenai Biologi Sel dan fenomena pewarisan sifat. Mempelajari berbagai fungsi gen dan kromosom. Hukum Mendel dan perluasannya pada ternak serta perubahan tatanan materi genetik. Secara umum diperkenalkan genetika kuantitatif pada ternak dan pengenalan genetika Molekuler.

Metode Pembelajaran: Kuliah dan praktikum (SKS 1/1). Sejak ditawarkan pertama kali

Selengkapnya »

Bale-bale

Cara Pengambilan Sampel Darah

Review jurnal
Analysis of selection milk traits in Palestinian Holstein-Friesian cattle in relation to genetic polymorphism
Zyiad Abu Khaizaran and Fawzi Al-Razem
Pemuliaan sapi perah yang modern akan tergantung pada analisis linkage dan qautitive trait loci (QTL) dari gen yang memiliki peranan pada produksi dan kualitas susu. Hal ini karena sifat biologis mereka menghasilkan sifat kuantitatif yang berperan pada produksi susu. Analisis QTL cukup membantu dalam menjembatani gap antara gen dan sifat fenotip yang dimiliki. Analisis QTL menghubungkan dua tipe informasi, yaitu data fenotip dan data genotip. Pada penelitian ini akan dianalisis tiga gen pada 144 ekor sapi perah yang berhubungan dengan produksi susu yaitu prolactin (PRL), bovine kappa-casein (K-CN), dan pituitary-spesific transcription faktor (PIT-1). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimrfisme pada sapi bangsa Friesian Holstein di Palestina yang mempunyai hubungan pada marker gen spesifik dan variansi alel dari tiga gen.
Pengambilan sampel disesuaikan dengan design penelitian yaitu rancang acak lengkap (RAL) dan pengambilan sampel darah dari peternakan yang berbeda di daerah Jenin, Tubas, Tumon, Nablus, dan Hebron di Tepi Barat, Palestina. Bangsa sapi yang digunakan sebagai objek adalah 101 ekor bangsa Friesian Holstein, 8 ekor bangsa Hybrid, dan 25 ekor sapi bangsa lokal. Penentuan genotip adalah dengan teknik Polymerasi Chain Reaction-Restriction Fragments Length Polymorphism (PCR-RFLP). Penegasan fragmen dari PRL (294-bp), K-CN (530-bp), dan PIT-1 (451-bp) didigesti berturut-turut dengan Rsal, Hindlll, Hinfl.
Berdasarkan penelitian didapatkan dua alel dari tiga gen yang berada pada sapi perah palestina, dengan dua alel dari PRL (G dan A), dua alel gen K-CN (A dan B), dan dua gen PIT-1 (A dan B). gen PRL, dua genotip (GG,AA) diidentifikasi dan frekuensi paling tinggi adalah 0,94 untuk alel G dideteksi pada bangsa hybrid. Di samping itu ketika bangsa Friesian Holstein dibandingakan dengan dua bangsa lain, frekuensi alel G tertinggi ditemukan pada bangsa lokal (0,8200) dan paling rendah pada bangsa Friesian Holstein (0,7128). Bangsa Friesian Holstein mempunyai frekuesi alel A paling tinggi (0,2871) dan ekspektasi heterozigositas paling tinggi (0,4092) jika dibandingakan dengan bangsa lokal dan hybrid yang mempunyai frequens alel A (0,1800), (0,0556) dan mempunyai ekspektasi heterozigositas sacara berurutan 0,2952 dan 0,1050. Alel AG mempunyai pengaruh yang besar terhadap produksi susu dibandingkan dengan alel GG.
Pada gen K-CN mempunyai frekuensi alel A lebih tinggi dibanding dengan alel B pada semua bangsa (bangsa lokal, bangsa Friesian, dan bangsa hybrid secara berurutan 0,8400; 0,8094; 0,7500). Bangsa hybrid memiliki jumlah ekspektasi heterozigositas paling tinggi (3750) bila dibandingkan dengan FH (0,3175) dan bangsa lokal (0,2688). Gen K-CN/AA dan gen K-CN/BB mempunyai pegaruh paling tinggi terhadap banyaknya produksi susu dibandingkan dengan gen K-CN/AB. akan tetapi gen K-CN/BB memiliki pengaruh paling tinggi terhadap protein susu, lemak susu, waktu clotting rennet, dan banyaknya keju yang dihasilkan daripada gen K-CN/AA dan gen K-CN/AB.
untuk gen PIT-1, alel A lebih tinggi daripada alel B pada ketiga bangsa. bangsa FH memiliki jumlah frekuensi alel paling tinggi (0,6831) dibanding dengan kedua bangsa yang lain, yaitu bangsa hybrid (0,3333) dan bangsa lokal (0,2200). Walaupun demikian bangsa FH memiliki ekspektasi heterozigositas lebih rendah (0,4328) dibanding dengan bangsa hybrid (0,4439), tetapi mempunyai ekspektasi heterozigositas lebih tinggi dibanding dengan bangsa lokal (0,3432). Informasi tersebut didapatkan dari frekuensi alel dari ketiga gen dari tiga bangsa sapi yang dapat digunakan sebagai alatuntuk menyeleksi sperma sapi jantan untuk mendapatkan perbaikan dan peningkatan seleksi dari sapi perah yang berproduksi tinggi. Sebagaimana yang ditunjukkan dari hasil penelitian bahwa bangsa FH menunjukkan hasil produksi susu yang paling tinggi dan diutamakan untuk seleksi pemuliaan sapi perah.


referensi
Khaizaran, Z. A. dan Fawzi A. R. Analysis of selection milk traits in Palestinian Holstein-Friesian cattle in relation to genetic polymorphism. 2014. vol. 8(5) pp 74-85 Palestina

Bale-bale sebelumnya