Pengantar Ekonomi Perikanan-GANJIL

Capaian Pembelajaran

Ilustrasi tujuan pembelajaran

Kuliah ini akan membahas pengertian dan ruang lingkup ekonomi perikanan; ciri-ciri umum masarakat nelayan dan petani ikan; kelembagaan, modal, tenaga kerja dalam produksi perikanan; permintaan dan penawaran hasil perikanan; pendapatan-pengeluaran, dan manajemen keuangan masyarakat perikanan/nelayan; pembentukan harga dalam berbagai macam pasar; pengaruh pajak dan subsidi di pasar produksi; faktor-faktor produksi dan efisiensi; sistem bagi hasil; problematika sosial ekonomi masyarakat perikanan/nelayan, serta teknik dasar penelitian sosial ekonomi perikanan.

Bale-bale

KKP Minta Pemda Konsisten Terkait Larangan Cantrang
MedanBisnis - Jakarta.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta pemerintah daerah tetap konsisten dalam menegakkan larangan penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang karena disinyalir beberapa daerah masih memakluminya.
Gellwynn memaparkan, peraturan larangan penggunaan alat tangkap cantrang sebenarnya sudah dikeluarkan sejak lama, tepatnya sejak Keputusan Menteri Pertanian Nomor 503/Kpts/UM/7/1980.kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Dirjen Perikanan Nomor IK.340/DJ.10106/97.Menurut Gellywynn, Pada intinya cantrang hanya diberikan bagi kapal di bawah 5 GT dengan kekuatan mesin di bawah 15 PK, berbagai permasalahan yang timbul terkait penggunaan cantrang ini sudah lama terjadi yang dipicu banyaknya kapal di atas 5 GT yang izinnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah dengan alat penangkapan ikan yang lain namun dalam praktiknya menggunakan cantrang.
Permasalahan lain yang sangat krusial adalah terjadinya penurunan produksi sebesar 45 persen dari 281.267 ton pada tahun 2002 menjadi 153.698 ton di tahun 2007, dan situasi tersebut juga berdampak pada penurunan sumber daya ikan demersial sebanyak 50 persen,katanya.serta telah ditemukan sejumlah modus pelanggaran salah satunya adalah pengecilan ukuran kapal serta spesifikasi teknis alat penangkapan ikan yang tidak sesuai ketentuan baik ukuran mata jaring ikan, ukuran maupun ukuran tali ris.
Memahami akan berbagai permasalahan yang ditimbulkan, maka pada tanggal 24 April 2009 pemerintah daerah Jawa Tengah melakukan pertemuan dengan perwakilan nelayan Kabupaten Rembang, Pati, Batang, dan Kota Tegal dengan difasilitasi Departemen Kelautan dan Perikanan di Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang.Dari hasil pertemuan tersebut nelayan memahami dan sepakat bahwa cantrang merupakan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan siap mengalihkannya secara bertahap.


Sumber :http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/02/26/149085/kkp-minta-pemda-konsisten-terkait-larangan-cantrang/#.VQgqheHznDc

Dwiki Afriza
BDP, 13/350089/PN/13344

CANTRANG DAN PENGOPERASIANNYA

Cantrang merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan demersal yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dam pemberat. Di Jawa Tengah alat cantrang alias dogol atau juga disebut lampara dasar dirasa lebih menguntungkan nelayan di saat armada penangkap ikan jenis purse seine dalam kondisi kedodoran, karena rata-rata waktu melaut selama tiga bulan dengan hasil tidak menentu akibat banyak gangguan di laut lepas, sehingga dianggap tidak menguntungkan nelayan. Alat yang memiliki nama internasional demersial danish seine ini bisa diperoleh dengan cara membeli baru atau melalui modifikasi. Di Kabupaten Pati, khususnya di seputar Juwana, jumlah armada cantrang sudah mencapai sekitar 300 unit. Satu unit alat tangkap cantrang harganya Rp 150 juta dan pada umumnya dibutuhkan lima unit atau butuh dana Rp 750 juta.Sedang harga sebuah kapal baru dengan bobot 100 gross ton (GT) Rp 1 miliar lebih. Bila memodifikasi kapal purse seine cukup Rp 600 Rp 800 juta saja. Alat tangkap cantrang cukup rawan rusak, karena nyaris sepanjang 24 jam bergerak terus menerus mencari segala jenis ikan dan sangat mungkin tersangkut pada batu karang, kapal yang tenggelam atau benda lain di dalam laut lepas. Berbeda dengan purse seine yang menetap di satu tempat. Menurut catatan Departemen Kelautan dan Perikanan, alat tangkap cantrang mampu menangkap puluhan jenis ikan Dari ikan tongkol, kakap merah,cucut, lemuru, manyung, bawal, berbagai jenis udang, kepiting dan kerang. Setelah dikeluarkannya KEPRES tentang pelarangan penggunaan alat tangkap Trawl di Indonesia tahun 1980, maka cantrang banyak dipilih nelayan untuk menangkap ikan demersal, karena dilihat dari fungsi dan hasil tangkapannya cantrang ini hampir memiliki kesamaan dengan jaring trawl.

Bale-bale sebelumnya

Anggota

Komunitas ini belum memiliki anggota.