Aku baca kasus Pulau Bidadari, NTT (yang seperti dikatakan Mas Nanda), katanya si penjual (Haji Mahmud) itu tidak mempunyai hak untuk menjual. Dia hanya sebagai kepala suku di daerah itu. Pak Jusuf Kalla pun juga ngomong kalo P. Bidadari tidak dijual. Diberitakan pulau itu dijual dengan harga 495 juta, tapi di kuitansi tertera Rp.279.500.000. apa H. Mahmud bisa dipidanakan dan hak mengolah lahan oleh Ernest (WNA Inggris yang membeli) bisa langsung dicabut?