Praktik Penelitian Lapangan - Pujo Semedi

Capaian Pembelajaran

Silakan isi tujuan pembelajaran klik tombol edit di kanan atas.
Ilustrasi tujuan pembelajaran

Bale-bale

Septiawan Jiwandono
11/319956/SA/16184
Praktik Penelitian Lapangan

Latarbelakang Pertanyaan

Pada saat saya mengetahui bahwa kegiatan TPL tahun 2013 akan dilaksanakan di Kecamatan Belik, saya mencoba menanyakan beberapa hal mengenai desa yang akan saya tempati. Beberapa info yang saya peroleh dari tim survei yang telah mendatangi desa Badak, dikatakan bahwa mayoritas perekonomian disana adalah petani layaknya desa-desa pada umumnya. Selain itu juga terdapat banyak perkebunan-perkebunan kayu jenis Albasia yang menurut penduduk disana menjadi berupa investasi jika ada keperluan mendadak. Benar saja, ketika saya tiba, beberapa kali saya melihat mobil -pickup serta truk melintasi jalan menanjak berbatu, dengan mengangkut glonggongan-glonggongan kayu.

Terlintas di pikiran saya, sebagaimana sistem dasar dari arus barang secara sederhana berupa produksi, distribusi. Oleh karena itu, desa yang memegang peran produktif ditengah kebutuhan pasar pasti akan terdorong dari pemenuhan kebutuhan produksi secara subsisten menjadi pemenuhan produksi dengan skala yang lebih besar. Hal ini menjadi asumsi kasar, setelah melihat setiap hari pasti ada kendaraan pengangkut hasil perkebunan terutama kayu. Oleh karena itu, pasti ada seorang yang memegang peran besar dari sisi produksi (pemilik modal/juragan) serta pemegang peran besar dalam sisi distributif (tengkulak). Berawal dari sinilah yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana relasi antara si pemilik modal (juragan) dengan para pekerjanya, begitu pula dengan si pemegang factor distributif, dan apa trategi-strategi pasar yang dimilikinya?
Sementara itu dalam progres pencarian data selama dilapangan, diketahui bahwa juragan yang memiliki nilai produksi paling banyak dibandingkan warga lainnya, memang lebih mengenai strategi-trategi dagang yang paling ampuh. Beliau mampu memainkan stok barang berserta harga. Namun yang menarik bagi saya, dalam praktek ketenagakerjaan beliau tetap menggunakan sistem kekeluargaan (tradisional). Hal ini bertentangan dengan perkiraan saya, yang merasa bahwa sistem ketenagakerjaan yang digunakan juragan tersebut sudah menggunakan nilai-nilai kapitalis. Lantas yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya adalah, apa yang menyebabkan juaragan tersebut masih tetap mempertahankan sistem tenaga kerja kekeluargaan, sedangkan pada tingkat pemasaran barang beliau sudah menggunakan strategi-strategi kapital?

Danardianingtyas Nitya Swastika
2013/350148/SA/17051

Kecamatan Pulosari dihuni oleh 58.000 jiwa yang tersebar ke 12 desa dan 45 dusun. Terletak di kaki Gunung Slamet, kecamatan ini merupakan pedesaan di mana sektor pertanian merupakan sektor terpenting. Petani merupakan mata pencaharian utama. Begitupun di Dusun Pelem, Desa Gambuhan.
Hasil pertanian di Dusun Pelem sangat beragam. Mulai dari kol, kentang, wortel, jagung, cengkeh, cabe merah, sampai cabe rawit. Tanah di sana pun termasuk subur dan cocok untuk dijadikan lahan pertanian sehingga banyak penduduk yang memiliki berhektar tanah dan menjadi sukses dari bertani.
Di Dusun Pelem sangat jarang terdapat lahan pekerjaan lain selain beberapa toko kelontong yang jaraknya pun berjauhan. Tempat lain yang penting dan sering dibutuhkan seperti fotokopian dan penjual bensin eceran susah ditemukan, apalagi ATM, warnet, salon, dsb. Penduduk di sana memilih untuk menempuh jarak yang sangat jauh untuk mengakses tempat-tempat tersebut.
Namun banyak penduduk Dusun Pelem yang bekerja di luar kota demi memenuhi kebutuhan hidup, sebagian besar sebagai buruh pabrik, tukang bangunan, atau pembantu rumah tangga. Meskipun di luar kota, gaji mereka tidak banyak dan justru lebih menguntungkan jika mereka bertani atau bahkan membuka fotokopian, dsb di kampung halaman mereka.
Mengapa penduduk Dusun Pelem memilih untuk bekerja di luar kota dengan banyaknya lahan pertanian dan kesempatan untuk membuka lahan pekerjaan baru di kampung halaman mereka?

Bale-bale sebelumnya

Anggota

Komunitas ini belum memiliki anggota.